Ebook Literasi Kita Indonesia

Open Source Library Management System

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by:

All Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL

Text

PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL

Fauziah Nasution - Personal Name;

Buku ini merupakan “sari” dari Disertasi penulis dalam menyelesaikan studi Program Doktor pada prodi Pendidikan Islam di UIN Sumut Utara Medan, dibawah bimbingan dua Guru Besar Pendidikan Islam UIN SU Medan, Prof. Dr. Haidar Putra Daulay, MA dan Prof Dr. Hasan Asari, MA.
Buku ini membahas pendidikan Islam Nonformal di Padangsidimpuan. Ada tiga jalur pendidikan dalam pendidikan Indonesia yaitu: formal, nonformal dan informal. Pada kenyataanya Pendidikan Islam nonformal merupakan salah satu bentuk pendidikan yang “terkesan selalu” dinomor duakan dan diabaikan. Dalam UUD No. 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa diantara pendidikan nonformal adalah majelis taklim. Pada kenyataannya majelis taklim sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal mendominasi pendidikan lainnya. Sejak awal kedatangan Islam, masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi bahkan sampai saat ini majelis telah memberikan sumbangan besar dalam mencedaskan anak bangsa. Namun sangat disayangkan masih minim perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap majelis taklim.
Kota Padangsidimpuan sebagai kota bersejarah di wilayah TABAGSEL ternyata menyimpan “sejarah” pertumbuhan, perkembangan dan kebangkitana salah satu lembaga pendidikan Islam Nonformal yaitu majelis taklim. Jauh sebelum kedatangan Belada ke daerah ini, sampai dibentuknya Keresidenan Tapanuli yang berpusat di Padangsidimpuan, ternyata majelis taklim dengan istilah “Pangajian” telah eksis di Padangsidimpuan. Berbeda dengan praktik suluk (Marsuluk) yang ditandai dengan adanya pondok-pondok bagi peserta suluk, Pangajian di Masjid Syekh Zainal Abidin desa Pudun Julu Kecamatan Batunadua telah dilaksanakan sejak tahun 1901.
Pendidikan Islam nonforml dalam bentuk pangajian ini kemudian terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan serta kebangkitan. Baik dari aspek istilah yang awalnya masih sangat lekat dengan kedaerahan yaitu pangajian, kemudian berkembang menjadi lebih me’nasional” dengan istilah pengajian dan majelis taklim. Perubahan dan perkembangan ini tidak hanya dari aspek istilah namun juga tenaga pengajar sekaligus penggerak majelis taklim, materi, metode, kitab rujukan dan karakteristiknya.


Availability
FN2023FN2023My Library (BUKU)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
FN2023
Publisher
: ., 2023
Collation
245 Halaman
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
ISBN
Classification
NONE
Content Type
text
Media Type
-
Carrier Type
object
Edition
-
Subject(s)
Fauziah Nasution
Specific Detail Info
Buku ini merupakan “sari” dari Disertasi penulis dalam menyelesaikan studi Program Doktor pada prodi Pendidikan Islam di UIN Sumut Utara Medan, dibawah bimbingan dua Guru Besar Pendidikan Islam UIN SU Medan, Prof. Dr. Haidar Putra Daulay, MA dan Prof Dr. Hasan Asari, MA. Buku ini membahas pendidikan Islam Nonformal di Padangsidimpuan. Ada tiga jalur pendidikan dalam pendidikan Indonesia yaitu: formal, nonformal dan informal. Pada kenyataanya Pendidikan Islam nonformal merupakan salah satu bentuk pendidikan yang “terkesan selalu” dinomor duakan dan diabaikan. Dalam UUD No. 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa diantara pendidikan nonformal adalah majelis taklim. Pada kenyataannya majelis taklim sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal mendominasi pendidikan lainnya. Sejak awal kedatangan Islam, masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi bahkan sampai saat ini majelis telah memberikan sumbangan besar dalam mencedaskan anak bangsa. Namun sangat disayangkan masih minim perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap majelis taklim.
Statement of Responsibility
PENERBIT BUKU LITERASIOLOGI
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • PENDIDIKAN ISLAM NONFORMAL
    Buku ini merupakan “sari” dari Disertasi penulis dalam menyelesaikan studi Program Doktor pada prodi Pendidikan Islam di UIN Sumut Utara Medan, dibawah bimbingan dua Guru Besar Pendidikan Islam UIN SU Medan, Prof. Dr. Haidar Putra Daulay, MA dan Prof Dr. Hasan Asari, MA. Buku ini membahas pendidikan Islam Nonformal di Padangsidimpuan. Ada tiga jalur pendidikan dalam pendidikan Indonesia yaitu: formal, nonformal dan informal. Pada kenyataanya Pendidikan Islam nonformal merupakan salah satu bentuk pendidikan yang “terkesan selalu” dinomor duakan dan diabaikan. Dalam UUD No. 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa diantara pendidikan nonformal adalah majelis taklim. Pada kenyataannya majelis taklim sebagai salah satu bentuk pendidikan nonformal mendominasi pendidikan lainnya. Sejak awal kedatangan Islam, masa penjajahan, kemerdekaan, reformasi bahkan sampai saat ini majelis telah memberikan sumbangan besar dalam mencedaskan anak bangsa. Namun sangat disayangkan masih minim perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap majelis taklim. Kota Padangsidimpuan sebagai kota bersejarah di wilayah TABAGSEL ternyata menyimpan “sejarah” pertumbuhan, perkembangan dan kebangkitana salah satu lembaga pendidikan Islam Nonformal yaitu majelis taklim. Jauh sebelum kedatangan Belada ke daerah ini, sampai dibentuknya Keresidenan Tapanuli yang berpusat di Padangsidimpuan, ternyata majelis taklim dengan istilah “Pangajian” telah eksis di Padangsidimpuan. Berbeda dengan praktik suluk (Marsuluk) yang ditandai dengan adanya pondok-pondok bagi peserta suluk, Pangajian di Masjid Syekh Zainal Abidin desa Pudun Julu Kecamatan Batunadua telah dilaksanakan sejak tahun 1901. Pendidikan Islam nonforml dalam bentuk pangajian ini kemudian terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan serta kebangkitan. Baik dari aspek istilah yang awalnya masih sangat lekat dengan kedaerahan yaitu pangajian, kemudian berkembang menjadi lebih me’nasional” dengan istilah pengajian dan majelis taklim. Perubahan dan perkembangan ini tidak hanya dari aspek istilah namun juga tenaga pengajar sekaligus penggerak majelis taklim, materi, metode, kitab rujukan dan karakteristiknya. Tantangan terberat menyusun buku ini adalah sulitnya mengumpulkan data tentang pendidikan Islam nonformal; majelis taklim. Tertatih, ibarat mengumpulkan serpihan-serpihan kertas yang rentan tertiup angin dan dimakan usia. Kekhawatiran akan “kehilangan” sumber data tersebut menjadikan penulisan buku ini menjadi penting untuk dituntaskan. Terima kasih yang tak terhingga kepada pemerintah dan masyarakat Kota Padangsidimpuan, Kementerian Agama Kota Padangsidimpuan, MUI Kota Padangsidimpuan, para ustaz, pengurus dan jamaah pengajian, tokoh agama dan masyarakat dan semua pihak yang mungkin tak tersebutkan. Semoga jadi amal ibadah bagi kita semua.
Comments

You must be logged in to post a comment

Ebook Literasi Kita Indonesia
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested
  • Computer science, information & general works
  • Philosophy & psychology
  • Religion
  • Social sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied sciences
  • Arts & recreation
  • Literature
  • History & geography
Advanced Search